Kepala Seksi Keamanan Daker Madinah Letkol Marinir Payumi Abdul Azis (Foto: Akmal Irawan/Sindo Radio)
Seksi Pengamanan Daker Madinah mencatat adanya sembilan kasus penipuan dan pencurian terhadap jamaah dengan nilai kerugian mencapai Rp26 juta.
Kepala Seksi Keamanan Daker Madinah Letkol Marinir Payumi Abdul Azis, Jumat (28/9/2012) mengatakan dari sembilan kasus yang diproses, tiga diantaranya adalah modus penipuan. Modus ini memanfaatkan jamaah yang kesasar, berpura-pura mengecek identitas kemudian merampas uang jamaah.
"Para pelaku penipuan umumnya berpura-pura untuk mengantarkan jamaah yang kesasar, lalu memeriksa dokumen jamaah dan mengambil uang ditasnya," ungkap Payumi Abdul Azis.
Sedangkan Untuk kehilangan, Payumi menjelaskan, lebih dikarenakan kelalaian jamaah ketika menaruh barang, yang bisa jadi tertinggal, atau tercecer di dalam masjid Nabawi atau di sekitar lingkungan masjid. "Laporan kehilangan sejauh ini lebih dikarenakan kelalaian dari jamaah," jelas Payumi.
Payumi Abdul Azis mengimbau agar para jamaah tetap selalu bersama rombongan ketika berjalan, jangan langsung percaya dengan orang jika belum memiliki identitas jelas. "Dan yang paling penting, bawa uang secukupnya dan jangan terlalu banyak yang kemudian disimpan di tas," katanya.
Sebelumnya, dua korban terakhir adalah Muhamad Nasri (65) dan Aman Syaimun (61), keduanya dari Kloter II Lombok. Nasri tertipu dua pria berlogat Lombok yang berlagak menanyakan alamat teman yang menginap di Lukluk Mubarak dan kemudian merampas uang.
(Akmal Irawan/Sindoradio/mbs)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !